Tata Cara Pemasangan APAR

Kesalahan Pemasangan APARKetika saya belanja di sebuah Supermarket terkenal di Jakarta ada pojok yang sangat menarik sekali. Pojok ini dikhususkan untuk menempatkan semua perlengkapan darurat kebakaran. Dilihat dari perlengkapannya sangat lengkap sekali mulai dari APD spt Helm, Pakaian anti panas, selang Hydrant dll termasuk APAR. Sungguh sangat disayangkan APAR nya diletakkan diatas Trolly belanjaan dan diikat kawat. Siapa yang salah dalam hal ini, pekerjanya atau perusahaannya ?? menurut saya kekurangan informasi mengenai tatacara pemasangan APAR dan fungsi APAR tsb.

Maka dari itu saya akan coba membahas bagaimana tata cara pemasangan APAR itu sendiri.

Lokasi APARArtikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai apa itu APAR dan Api, jenis-jenis APAR dan unsur-unsur Api. Sedangkan tata cara pemasangan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau lebih dikenal dengan Fire Extinguisher, di Indonesia sendiri sudah diatur didalam Permenaker No : PER.04/MEN/1980.

Secara ringkas penempatan dan pemasangan APAR sbb :

  1. Diletakkan pada posisi yang mudah dilihat, dicapai / diambil dan dilengkapi dengan tanda pemasangan .
  2. APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran benda yg di lindungi
  3. APAR harus menggantung pada dinding / dalam lemari kaca yang dikunci dengan tebal maximum 2 mm
  4. Ketinggian pemasangan APAR yaitu 125 cm dari dasar lantai tepat diatas satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.
  5. APAR ditempatkan pada suhu antara 4 derajat celcius sampai dengan 49 derajat celcius.
  6. Penempatan antar APAR yang satu dengan lainnya atau kelompok satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter,
  7. Terdapat logo APAR (segitiga merah bertuliskan APAR)
  8. Terdapat cara penggunaan APAR di dekat tulisan APARTata cara pemasangan APARPenjelasan Poin-poin diatas yaitu :

Point 1. APAR digunakan pada saat yang sangat mendesak, jadi otak pun biasa panik dan harus dengan cepat melihat APAR tedekat.

Point 2. Jenis dan kebakaran APAR yang dimaksud dapat dibaca disini.

Point 3. Agar mudah diambil dan terlihat, serta untuk melindungi powder yang ada didalamnya agar tidak beku karena cuaca yang ada diluarnya. Tebal 2 mm untuk mempermudah memecahkan kaca tsb jika hendak digunakan.

Point 4. Menyesuaikan standar rata-rata tinggi orang Indonesia agar mudah diangkat/dijinjing

Point 5. Jika APAR di tempatkan dibawah suhu 4 derajat Celcius Powder akan membeku dan tidak dapat digunakan, jika APAR di tempatkan diatas suhu 49 derajat, APAR akan meledak karena akan berpengaruh pada tekanan gas yang ada didalam tabung APAR.

Point 6. Untuk penyebaran kemudahan penggunaan pada saat mendesak.

Point 7. JelasLogo APAR

Cara Penggunaan APARPoint 8. Untuk mempermudah penggunaan APAR jika orang awam yang belum pernah training Fire Drill.

Contoh Pemasangan APARContoh cara pemasangan APAR 6 kg jenis ABC di gedung perkantoran :

About DYNAMIQHSE

Berbagi Informasi mengenai Sistem Manajemen K3LM
This entry was posted in Informasi K3, Umum and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s